Catatan Kecil

Home » Tahukah Anda » Hubungan Butuh-Tak Butuh Antara Pangan dan Plastik

Hubungan Butuh-Tak Butuh Antara Pangan dan Plastik

Seperti diketahui, plastik punya banyak keunggulan, seperti; kuat, ringan, fleksibel, tahan karat, tidak mudah pecah, mudah diberi warna agar menarik, mudah dibentuk untuk berbagai fungsi, dan isolator panas/listrik yang baik.

Tetapi, di balik itu, plastik juga memiliki  kelemahan, di antaranya; beberapa jenis plastik tidak tahan panas, beberapa jenis plastik butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai alami, serta jika tidak digunakan sesuai fungsi bisa mengakibatkan bahan kimia di dalamnya mengganggu kesehatan jika terkonsumsi.

Perlu diketahui apa yang harus Anda lakukan saat ingin memilih wadah plastik yang aman,perlu di pererhatikan hal-hal berikut saat ingin memilih wadah pangan dari plastik:

– Terdapat simbol gelas dan garpu, atau
– Ada tulisan food grade, atau
– Tulisan approved by FDA, atau
– Merupakan merek dagang yang dipatenkan
– Tidak tergiur harga murah, karena tidak ada jaminan baik bagi kesehatan
– Belilah dari penjual (distributor/dealer) resmi

Dikabarkan pula bahwa produk plastik boleh digunakan sebagai wadah makanan jika sudah mendapat pernyataan aman dari lembaga-lembaga tertentu. Lembaga-lembaga apa yang berwenang dan terpercaya sebagai standar jaminan kesehatan?

* FDA (Food and Drug Administration)

Lembaga Administrasi Makanan dan Obat-obatan di Amerika Serikat. FDA mengatur kebijaksanaan mengenai standar keamanan plastik sebagai wadah untuk menyimpan, menyiapkan, serta menghidangkan makanan. FDA juga mengatur standar kandungan indirect food additives (zat tambahan tidak langsung) maksimum pada kemasan yang diperbolehkan bila bersentuhan langsung dengan makanan/minuman yang dikonsumsi manusia.

* European Food Safety Authority (EFSA)
Adalah lembaga Pengatur Keamanan Makanan Uni Eropa, yang bertugas memberikan pedoman secara ilmiah bahaya yang mungkin terdapat dalam berbagai produk kemasan yang berkenaan dengan pangan. Salah satu bidang lingkupnya meliputi efek langsung atau tidak langsung pangan dan kemasannya terhadap kesehatan manusia.

* Japan Hygienic Olefin dan Styrene Plastics Association (JHOSPA)
JHOSPA, badan dari Jepang yang menentukan batasan aman untuk material yang digunakan pada kemasan produk plastik yang memiliki kontak dengan makanan/minuman.

* Japan Food Safety Commission (JFSC)

JFSC adalah sebuah lembaga dari Jepang yang mengeluarkan pedoman secara ilmiah batasan aman tidaknya sebuah produk yang kontak dengan pangan mengkomunikasikannya pada konsumen.

* Society of Plastic Industry (SPI)
SPI atau Komunitas Industri Plastik adalah asosiasi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang plastik di Amerika Serikat. SPI mewakili anggotanya dalam mengatur kebijakan-kebijakan mengenai keunggulan produk-produk plastik dan mengkomunikasikan kontribusi industri plastik bagi masyarakat.

* Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Lembaga yang berwenang mengatur dan melaksanakan kebijakan pengawasan obat dan makanan di Indonesia. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap kemasan-kemasan yang memiliki kontak dengan makanan/minuman yang dikonsumsi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah kemasan plastik. Dari hasil pengawasan tersebut BPOM memberikan informasi dan himbauan kepada masyarakat jika sebuah kemasan memiliki potensi membahayakan kesehatan.

Mengenal Simbol pada Kemasan Plastik

1. Simbol Food Grade. Bergambar gelas dan garpu yang artinya wadah tersebut aman digunakan untuk makanan dan minuman.

2. Simbol Non-Food Grade. Gambar garpu dan gelas dicoret. Artinya, wadah tersebut tidak didesain untuk wadah makanan karena kandungan zat kimia di dalamnya bisa membahayakan kesehatan.

3. Simbol Microwave Save. Gambar garis bergelombang. Wadah aman untuk digunakan sebagai penghangat makanan di dalam microwave karena tahan suhu yang tinggi.

4. Simbol Non-Microwave. Gambar garis bergelombang dicoret. Wadah tidak boleh digunakan untuk menghangatkan makanan di dalam microwave karena tidak tahan suhu yang tinggi atau panas.

5. Simbol Oven Save. Gambar oven (dua garis horizontal) yang artinya aman digunakan sebagai penghangat makanan di dalam oven. Meski terbuat dari plastik, wadah ini tahan suhu tinggi.

6. Simbol Non-Oven. Gambar dua garis horizontal dicoret. Artinya, wadah tidak tahan suhu tinggi.

7. Simbol Grill Save. Gambar pemanggang atau grill (tiga segitiga terbalik), menandakan wadah aman digunakan untuk suhu tinggi.

8. Simbol Non-Grill Save. Gambar pemanggang dicoret, artinya wadah tidak boleh digunakan untuk memanggang.

9. Simbol Freezer Save. Gambar bunga salju yang menunjukkan wadah aman digunakan untuk menyimpan makanan atau minuman dengan suhu rendah atau beku.

10. Simbol Non-Freezer Save. Gambar bunga salju dicoret, maka wadah tidak boleh untuk disimpan dalam lemari pendingin.

11. Simbol Cut Save. Gambar pisau, yang berarti wadah aman digunakan sebagai alas saat Anda memotong bahan-bahan makanan.

12. Simbol Non-Cut Save. Gambar pisau dicoret, artinya tidak untuk wadah memotong.

13. Simbol Dishwasher Save. Gambar gelas terbalik. Wadah aman untuk dicuci dalam mesin pencuci.

14. Simbol Non-Dishwasher Save. Gambar gelas dicoret, artinya gelas harus dicuci manual.

 

[ Recent Posts ] :


| Ingin Berkomentar Atau Meninggalkan Pesan...Cukup Dengan Mengisi Pesan / Komentar, Nama Dan Email Anda Pada Kotak Komentar ini (Pada Kolom/Pengisian Website Bisa Dikosongkan, Bila Tidak Memiliki Website Atau Blog) |...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

[ Daftar Isi ]

%d bloggers like this: